Posted by : Faiz Akbarsyah Wednesday, 12 March 2014


“ Hai, namaku Ayana Shahab! Umurku 16 Tahun, Kalian boleh manggil aku Ayana atau Achan! Yoroshiku OnegaiShimasu! “. Kalimat pertama dari bidadari yang ku temui di sekolah tadi. Aduhai, parasnya yang elok nan menggoda diri para bujangan seperti diriku ini. Fokus pandangan bola mata ini hanya tertuju pada dirinya seorang, murid baru yang baru saja menggaet hati ku ke hatinya. Dia pun duduk, di depan meja guru. BINGO! Aku baru saja mendapatkan ide. Aku dapat memandangi dirinya dari belakang, dengan alasan memerhatikan guru berbicara panjang lebar. Itu juga termasuk kedalam prinsipku ‘ Keep Calm and Stay Modus ‘ ini akan menjadi masa-masa sekolah yang paling menyenangkan, iya jika dia bisa menjadi milikku seorang. Nama Ayana Shahab yang cukup indah dan pas dengan keadaan fisik yang dilihat sepasang bola mata ini. Bel istirahat pertama berbunyi, niat ku ingin menggoda dirinya, apa daya, tugas masih banyak belum siap dan kali ini, kami sekelas melakukan ‘ Menyontek Massal ‘ di depan murid baru, how pity we are. Berhubung para teman – temanku berkumpul kebo dengan yang lain, aku memisahkan diri dan mencoba mengerjakannya dengan gaya ke-sotoy-an ku ini, ya sudah jelas untuk apa ini dilakukan, untuk menarik perhatian doi yang pasti, be aware modus is everywhere. Dan lagi – lagi, BINGO! Untuk yang kedua kalinya, dia berhasil ku pancing untuk mendekat. Tubuhku terpaku terdiam, aku tak berani mengangkat kepalaku, darah mengalir begitu deras dan cepat dari ujung ke ujung. “ Hai, lagi ngerjain tugas apa nih? Kesulitan? Mau dibantu gak? “, ucap Ayana sang bidadari surgaku sekaligus menyapa keberadaan diriku ini. Oh, indahnya dunia, indahnya dirimu, say you’ll be mine, say we’ll be fine, say we’ll be together.” Oh iya ini aku gaktau masalah yang ini “, jawabku sembari menunjuk nomor yang tidak ku mengerti. “ LOH?! Kamu gak ngerti semua ?! What the ?! jadi kamu taunya apa? “, tanya Ayana. Dalam hati ingin sekali aku mengucapkan ‘ aku taunya belajar mencintaimu ‘ apa daya belum lagi dibilang, hanya karena salah satu temanku menyenggol badan yang elok itu, akibatnya tangan doi secara tidak sengaja memegang tangan diriku. Ah, mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas saja. “ Iya nih, abis gurunya Killer Bin Binal, buat salah fokus mulu “, jawabku yang seharusnya aku bukan menjawab dengan itu. BAKA! Sungguh bodohnya diriku ini. Bel pun berbunyi, pertanda bahwa waktu bersenang-senang telah selesai. Semuanya secara rapi kembali ke habitat mereka dimana mereka berasal, jika tidak, kami semua akan menjadi mangsa dari predator sekolah. 15 Menit berlalu, Killer Bin Binal belum juga menghampiri mangsanya, inilah saatnya kami para geng kelas akan membuat onar!. Kami mulai dengan maju semua kedepan dan nyanyi gak jelas entah apa yang mau dinyanyikan, yang penting buat onar!. Ketika mulai merusuh selama 5 menit, ternyata Killer Bin Binal masuk, ternyata dia telat, kami tertangkap basah kuyup. “ Oh bagus ya, tetap di tempat! Enaknya diapain ini ya? “, bentak Killer Bin Binal. “ Jangan macam-macam bu! Ada murid baru “, jawabku agar tidak terlalu malu. “ Murid Baru? Oh bagus, maju kesini dong! “, perintah Killer Bin Binal. “ Siram aja buk! “ , salah satu murid berteriak. “ Ah kampret! Jangan bu, kami udah mandi keles “ ,kata salah satu temanku. “ Iya enak nih disiram! Ketua kelas ambil air! “ ,sambung killer bin binal. Ketua kelas kami pun langsung mengambil air.
Aku merasa aneh terhadap diriku, apa yang terjadi? Kenapa aku menjadi gini? Aku disiram! Ini kacau. Tidak biasanya aku seperti ini, biasanya aku hanya bertindak jika sudah pasti tidak ada dan sudah telat 30 menit pasti aku akan berulah. Apa mungkin aku karena jatuh cinta? Aku tidak menyadarinya, pintu masuknya pun tidak bisa aku sadari dan kuduga. Aku terserang virus, virus yang berbentuk sepertinya suntikan berupa kata-kata penceramah tidak akan mempan, virus tipe hati ini telah merubah sifatku. Aku tersadar ternyata virus ini tidak bisa membuatku melakukan apapun, hanya ingin perhatian langsung dari Ayana, orang yang menyuntikkan virus berbentuk hati. Oh Tuhan, aku tahu, berkhayal terus-terusan tentang kenapa diriku ini bisa terkena Virus darinya takkan merubah apapun, aku tetap akan disiran. “ Kamu, Maju sini! Selanjutnya! Lagi! Yaa lagi! “,Teriak si Killer Bin Binal. Ah kampret giliran ku tiba! Aku harus apa? Aku tidak tahu harus berbuat apa, kali ini giliranku, aku pun melangkah kan kaki dengan begitu beratnya. Tepat ketika aku sudah berada didepan Killer Bin Binal, Ayana memotong hukumanku. “ Tunggu Bu! Ada yang ingin saya bilang ke Faiz bu! “,potong Ayana. “CEPAT! Atau kamu saya siram juga! “, benta Killer Bin Binal. “ Ya bu! Gini aku itu sebenarnya suka sama kamu dan sayang sama kamu, kamu harus jadi pacarku ya!”, kata Ayana dan langsung memelukku. Aku terkejut, Ayana langsung kembali duduk. Namun, si Killer Bin Binal tetap akan menyiramku. Aku mendekatinya lagi. Dan dia menyiram ku …
“ WOI! Bangun, udah pagi ini! Kan elo mau ngantri Photopack hari ini! Entar gk kebagian loh! Makanya semalam abis teater jangna begadang lagi gini nih akibatnya molor sampe pagi! “, kata Teman kos-kosan ku. Aku terbangun dari mimpi yang panjang dan aneh itu, aku tidak begitu mengingatnya, aku hanya ingat aku mimpi ada namanya ayana shahab cantik jadi pacar dan di siram. Aku langsung saja mandi dan bergegas untuk ngantri Photopack edisi baru, selama di perjalanan, aku bercerita tentang mimpi yang ku alami semalam, temanku tidak percaya dan malah ketawa. “ Tuh kan, makanya elo itu semalam abis teater jangan begadang, lu yang ada tebawa mimpi kan! Hati-hati deh lu, mimpi sama Ayana! Idih, gak mimpi basah lo?! Wakakka “, kata temanku dengan ketawa terbahak-bahak, ya mungkin itu hanya mimpi, mungkin saja aku akan mengalami yang namanya Deja Vu, siapa tau?.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © AKBARSHAHAB'S TERRITORY - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -