Showing posts with label Bieber. Show all posts

JUSTIN BIEBER DITANGKAP DAN DIJEBLOSKAN KE BUI.

Nah, oke kali ini aku kembali, seperti  biasa banyak hal yang akan dibahas dan dipermasalahkan.
Kali ini akan membahas dan mempermasalahkan tentang Justin Bieber yang kabarnya Masuk ke BUI karena balap liar dan isunya di juga mengkonsumsi ganja dan pil penenang atau pun hal berbau alkohol.
Satu hal yang muncul di benak pertama kali melihat kabarnya. ” Gimana dia?, Ah ini gawat “. Para Haters, sampai saat ini belum terdengar ku berkicau bagaikan burung yang sedang menyanyi, Apakah Justin Bieber akan lanjut? Mungkin hanya fans yang dapat membuat jawabannya. Terkadang aku merasa kasian terhadap Justin, sebenarnya, Bieber terlalu bersinar sehingga dia melupakan akan apa yang ia hadapi. Dan juga, semakin besar sinar seseorang semakin besar juga bayangan yang akan ia buat. Nah, maksudnya, Semakin terkenalnya Bieber, akan semakin banyak orang yang mengenalnya dan membencinya. Gini aja, ya disekolahku banyak haters Justin Bieber, ataupun tidak usah dibilang haters justin bieber, Haters sajalah. Kalau diperhatikan orang yg mempunyai idola akan mempunyai hal positif yang akan ditiru dari idolanya itu. Rata-rata haters JB disekolah ku itu gayanya lebih mirip  ke anak geng Motor, anak IX-D, IX-F, IX-E IX-H dan lainnya yang merasa diri mereka hebat. Jujur saja, kelakuan mereka lebih buruk dari kelakuan JB. kenapa? JB is a Canadian, and he’s living onAmerican style. Wajar bro, disana begituan, lah SMP udah Making Love, itu ada mereka keles. Kelakuan anak-anak yang kumaksud itu adalah kelakukan yg berseberangan dengan adat, istiadat dan budaya Indonesia #ProudToBeIndonesian. Sebenarnya, jika ditarik kembali permasalahan yang dimulai JB, Media sudah mencoba menjatuhkan tidak hanya media Dunia juga ingin menjatuhkan Justin Bieber, dan Justin sudah terperangkap ketika ia merilis video klip Baby yang sempat menjadi most Youtube viewers. Tapi, didalam dunia permusikan hanya hukum alam yang berjalan, sebesar apapun ombak yang menghalang, berapa terjal jalanan, berapa jurang yang akan ditempuh, jika seseorang itu memang berkualitas pasti akan bertahan walaupun media ingin kan Ia jatuh. Justin Mempunyai fans yang strong bagaikan susano’onya sasuke Uchiha! :V
Ya yang pasti Justin Bieber sendiri, masih remaja yang berumur 19 tahun, yang menyukai hal-hal yg berdampak negatif, jika tidak dikontrol akan jadi hal yang buruk, betul saja, akan ada titik kebosanan seseorang dalam hal idoling. Banyak perubahan yang dilakukan Bieber selama 5 tahun terakhir. dia beranjak dewasa, dan para fans tetap percaya padanya, memulai hal yang baru, dengan sesuatu yang baru, tak penting seberapa besar halangan, jika kau percaya, kau harus melawan hal yang membuatmu jatuh, dengan mengambil resiko untuk tetap berkarya karna kau yakin para fans akan mendukung mu itu dengan satu hal yang pasti, kau akan melawan kejatuhan mu dgn karyamu, dan terbang bebas.
pack2-believemovie_facebookcover

APA SIH UNTUNGNYA JADI 'HATER' ? [CONTINUE]

Nah, oke lanjut ke pembahasan yang kemarin.
Hater, sekumpulan masa yang tidak tau caranya berkarya, dan merasa like a boss.
Hater yang akan kita bahas adalah Hater Bieber. Jujur aja ye, aku sendiri suka gondok lihat tingkah laku Hater alay jungkir balik gorong-gorong atau apalah. Di sekolah ku, ada sekelompok cowok, yang menurut mereka, mereka itu macho, keren, jantan, dan hanya bergaul dgn cowok, menurutku ini adalah kata lain atau pencitraa terhadap mereka yang tidak rela disebut Gay.
Mereka selalu merasa hebat, merasa bangga akan idola mereka, ya idola mereka saja, idola orang lain? Dont make sense, they dont know how to respect each other. Mereka sendiri sih, tidak bisa apa-apa ya menurut ku.
Tapi apa untungnya seperti itu? apa untungnya menjadi orang yang tidak dipergunakan? Cobalah menjadi fans dari Bieber. Walaupun bukan kelen yang di expose media massa, tp media massa itu akan mengatasnamakan BELIEBERS dalam artikel mereka mengenai Justin Bieber. Dengan begitu kalian juga akan merasa ikut serta akan hal itu.
Disekolah ku sendiri sih banyak orang yang merasa hebat, tapi kalau dilihat dari beberapa segi sih, segi empat atau segi lima ataupun segitiga. Mereka sepertinya orang kaya baru, orang yang baru tebukak matanya untuk gemerlapnya dunia, yang bisa disebut keluarga mereka tidak lah gaul ataupun pergaulan nya tidak luas. Biasanya orang seperti itu hanya akan bertahan dalam mode Keterbatasan. Contoh Bieber, biar kata orang tuanya bercerai, dia masih saja mau membahagiakan ibunya dengan mengamen untuk pergi ke Disneyland. Kalian bergaya sombong, kalian tidak memanfaatkan skill yang kalian punya itu pun hanya untuk merusuh. Bieber mungkin dapat meluruskan gaya hidup kalian keles.
Ohiya ketinggalan, orang – orang yang aku sebutkan diatas juga merasa dirinya gagah, selalu saja bilangin aku itu gay, sukak cowo, is gk berkualitas idola kau!
Hello?! Go Home My Man, You’re Drunk.  Emang idola situ berkualitas? Emang idola situ berkelas? Emang idola situ hebat berkarya? Sehebat-hebatnya idola situ, idola aku mungkin lebih hebat berkarya dan bakal dikenang!
Emang sih para bocah dan naci biadap seperti itu harus diabaikan, labil ketika aku mengidolakan JB, aku dikatain GAY!, ketika aku mendapat idola baru, aku dikatakan banci!
Mungkin segitu aja, yang bisa kita bahas kali ini, mungkin yang mau ngasih saran, kritik, boleh lewat tempat Contact Person atau Help di sub menunya.
Next, bakalan aku bahas tentang idola baruku.
Mungkin akan di lain kesempatan ya tapi ya okelah, mau saran bahas apa aja boleh lewat CP ya!
” Dont Let the gravity make you fall, you better take it by your own hands and fly”
Keep Support Our Idol!

APA SIH UNTUNGNYA JADI 'HATER' ?

Nah, sebagai manusia pastilah kita ( termasuk aku ) pasti ada kegemaran terhadap sesuatu, dari yg mulai ‘suka’ saja sampai yang ke tingkat Maniac. Menurut aku, itu hal yang biasa-biasa saja dan bisa dibilang wajar. Karena, itu tergantung kepada orang nya sendiri. Passion orang kan berbeda dan mungkin si A suka sama hal  Exrtremeternyata si B suka sama hal yang ke cewe – cewean walaupun si B nya sendiri sih Cowo. Akibat itu, si B jadi bahan bullying teman-temannya di tempat pergaulannya akibat passion-nya itu. Ya Contoh aja aku, mulai tahun 2009 akhir, tepatnya waktu kelas 6 ya, aku udah mulai mengenal internet, mulai saat itu aku sendiri suka browsingdan surfing (yaelah surfing di pantai keles). Pas kubuka youtube nih, ada aku nampak video seorang bocah berumur 11 tahun menyanyikan lagu Ne-Yo, Usher Raymond. Aku pertama kali nengoknya agak ragu yekan. Soalnya cara dia nyanyi tuh berbeda, ada yang aneh dari bahasa yang dia gunakan dan aku gunakan. Mungkin itu adalah bahasa planet lain. 
Ya, kalo kelen pada tau yg aku maksud, kalian luar biasa!!~ *pasang gaya Ariel*
Justin Bieber atau lebih lengkapnya Justin Drew Bieber. Artis muda yang sangat sukses. Siapa yang gk kenal dia? Banyak …
Banyak dalam hal lain. Aku punya prinsip tersendiri dalam hidup ini. Menurut ku itu ya ” Semakin banyak yang mengenal, maka semakin banyak yang akan merusak “. Bisa dikatakan, tidak ada lagi artis sehebat dia setelah MJ meninggal. Lah, kagak tau MJ, MJ itu nama keren dari Mang Joko. Oke kembali ke topik.
Sebagai fansnya atau bisa disebut Belieber. Belieber iya bukan Believer. Salah sebut ku makan kau!. Sebagai fansnya aku sangat bangga apa yang dia lakukan selama 3.5 Tahun terakhir ia lakukan. Gayanya yg Up to Date. Rambut model Flip Hair yang sempat menjadi Tren Dunia. Berhubung jidat ku lebar, ya pas betul ini model menutupi jidat. Dia mengeluarkan lagu yang bisa dibilang hits di seluruh dunia. Tepat, pada 1 november tahun 2011 dia merilis Christmas Album nya. Disitu, aku mulai memerhatikan kalangan fanbase yang membicarakan tentang Hater Bieber. Menurut aku sih, lagunya Easy Going.
Mulai saat itu lah aku, mencari hal-hal yang berbau ‘negatif’ dari Bieber. Para hater sangat merajalela udah kek pedagang kaki lima ku tengok. Mereka mengatakan bahwa Bieber adalah Gay! Bieber terlalu banyak gaya!, Halah! Bieber lagi Bieber lagi, apasih kerennya dia? Gantengan gua keles. Selalu hal yang seperti itu ku dengar. Kan belieber banyakan cewek ya, nah aku sebagai cowok merasa disingkirkan, dan apalagi yang sering ku dengar dan diucapkan teman ku kepada ku. Justin Bieber kok di sukai? Maho tuh kau berarti maho, kerenan aku lagi, ajak tanding samaku kepalanya bocor tuh, sok betindik lagi, halah halah!. Aku mulai heran, akan hal ini. Apa cowok mesti harus menggemari yang keras-keras ? apa cowok mesti harus berlagak keren, gagah, macho? Apa cowok harus masuk tentara atau polisi? Apa cowok harus berteman dengan cowok saja? (ini apa bedanya dgn gay?), sekali lagi aku mengaskan kepada kalian semua, jadi fans itu gak gampang, sekedar tau dan suka aja gak bisa jd fans, pasti secara perlahan kelen pada ngelupain orang yg akan idolain, jujur aja, aku sudah mencoba menjadi Swifties, karna dulu gebetanku Swifties. Tapi ada hal lain yang bisa membuat seseorang bisa mengemari seseorang tanpa dapat dilupakan. Ya, kisah cerita bagaimana dia bisa sejauh ini.
Bieber hanyalah anak biasa, yang akhirnya menjadi anak yang biasa (biasa disorot kamera, fotografer, majalah). Dia menghasilkan karya yang seluruh dunia mengincarnya! Dan hal ini jadi jawaban baru buat ku apabila temanku mencemoohku lagi.Cukup katakan ” Bieber yang kalian sebutkan mungkin seperti itu, karna kehidupannya privasinya, namun dia menghasilkan karya yang seluruh dunia mengakuinya, bahkan jika benar Bieber Gay, hanya hukum alam permusikan lah yang dapat menjawabnya, dunia hanya mengambil sisi positifnya ga perduli seberapa bejatnya dia, contohlah yang patut di contoh gk kayak kau! Pandenya ngomong aja, suara pun terkadang kayak tikus kejepit dan mati, bergaya like a boss, padahal? working for a boss, menghabisi uang orang tua itu lah kelen! ” Dan mulai saat itu, aku selalu menertawakan, mereka yang bahkan tidak bisa membuat karya untuk dikenang.
Mungkin segitu aja, part 2 dari ini bakal kuposting, tema sama judul sama pembahasan sama. As Soon As Possible darl!
” Hater only see outside form, they dont know how much love you got from the fans “

- Copyright © AKBARSHAHAB'S TERRITORY - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -