Posted by : Faiz Akbarsyah Wednesday, 12 March 2014


HUBUNGAN KAU DAN AKU

Jika aku bisa, meringankan beban, dirimu yang bersedih dan kesepian, ku kan selalu berada disisimu. Di dalam kamarku, aku sedang memerhatikan layar laptop ku sembari aku mendengarkan lagu dari JKT48 “ Hubungan Kau dan Aku “. Sebenarnya, ini sih bukan JKT48 yang nyanyi, cuman atas nama JKT48, karena yang nyanyi adalah Melody dan Nabilah. Hampir setiap saat, aku mendengarkan lagu ini disaat mulai memainkan laptop ku yang semata wayang ini. Itu semua dikarenakan, aku menggemari Idol Group pertama di Indonesia ini. Karena, salah satu oshi-ku membawa lagu ini. Ya, Nabilah, dia adalah salah satu oshi-ku. Karena, aku sendiri mempunyai beberapa oshi. Awal kecantol dengan idol group ini ketika mereka muncul di salah satu acara musik, dan membintangi iklan minuman. Aku sendiri menyukai lagu ini bukan karena ada oshi saja, namun karena lagu ini membawaku ke dalam masa-masa sedang jatuh cinta dengan salah satu teman SMP ku dulu. Setiap kali aku mendengarkan lagu ini dan pada bagian Aku yang berada di depanmu, namun tak ku sadari, jatuh cinta kepada dirimu, yang sedang jatuh cinta. Aku pasti teringat kepada teman SMP ku dulu. Namanya adalah Sakina. Itu adalah kejadian 4 Tahun yang lalu. Aku sangat menyesal saat itu tidak membalas sms nya pada diriku saat acara perpisahan yang diadakan di ballroom sebuah gedung.

4 TAHUN YANG LALU …

Ketika acara sedang dimulai dan pada acara pemberian piala dan piagam terhadap siswa yang berprestasi, handphone ku bergetar, seperti ada sms yang masuk, langsung saja ku cek handphoneku. Benar, ada sms yang masuk, dan tebak dari siapa? Dari Sakina!. Aku sedikit terkejut karena tidak biasanya, Sakina meng-sms ku, pasti selalu aku dahulu. Ku buka dan kulihat isi sms yang masuk. Isinya seperti ini “ Siang Iz, gimana acara perpisahannya seru? Aku gk bisa datang nih, tp nanti kalau ada yang nanyain aku atau wali kelas kita, tolong sampaikan aku sedang di luar kota, karena aku akan bersekolah di luar kota, ohiya selamat yah buat acara pemberian piala terhadap siswa yang berprestasi, pasti kamu maju deh, karena prestasi kamu yang memenangkan lomba Pidato Bahasa Inggris, oh iya … “. Belum sempat ku baca semua sms ku, tiba-tiba teman-temanku, memanggil namaku. Ternyata aku disuruh maju, untuk penyerahan piala. “ Oi Iz, maju woi! Kau dipanggil tuh sama kepsek, mau diberikan piala tuh! Cie “, kata temanku. Aku langsung menutup sms dari sakina tadi yang belum kubaca semua, dan ku langsung menekan tombol kunci di handphone ku, karena aku taku ada yang melihatnya. “ Iya, iya bentar! Nih aku nitip tas dan handphone ku ya! “, pintaku kepada salah satu temanku. Aku langsung maju ke depan dengan senang karena aku berhasil mendapatkan penghargaan. Setelah aku mendapatkan penghargaan, aku kembali ke tempat dudukku. Ketika aku meminta kembali handphone dan tasku, ku lihat handphone sedang dalam keadaan booting. Ketika aku tanya kepada temanku, ternyata salah satu temanku mencoba membuka passwordnya dan salah hingga beberapa kali cobaan. Namun karena terus salah, semua data dan aplikasi yang ada di handphoneku. Ah sial! Dalam hatiku, aku merasa senang namun merasa sial disaat yang bersama. Aku kehilangan sms yang di kirim sakina ke aku yang belum ku balas dan belum kubaca semuanya. Aku takut sakina berpikir yang aneh terhadapku karena tidak membalas smsku. Karena selama ini, jika aku tidak membalas smsnya, pasti ketika ketemu disekolah aku dicuekin, dimarahin, bahkan dipukulin. Aku masih sangat menyayangkan hal itu. Hingga saat itu aku kehilangan kontak dengannya karena aku tidak tau nomor handphonenya. Aku sangat dekat dengan Sakina, ya bisa dibilang friendzone. Kami layaknya orang pacaran, kemana-mana hampir selalu bersama, walaupun tidak berdua terus, tapi hampir kemana Sakina pasti ada aku, bahkan kami berada di satu les yang sama. Namun hingga saat ini aku belum bisa menyampaikan rasa sayangku kepadanya. Aku pernah hampir menyampaikan rasa sayangku kepadanya, saat itu sedang guru tidak masuk aku duduk di belakangnya, karena di sekolah kami cewek harus duduk bersama cewek dan begitu pula cowok. Saat itu Sakina sedang memandang ke arah samping dan selalu senyum-senyum tak menentu, ku pikir karena beberapa teman kami sedang bermain-main dan melawak, mungkin itu membuatnya tersenyum. Ketika itu aku sedang memainkan pulpen ku, karena aku grogi untuk mengungkapkannya. “ Mmm, Sakina, ehh aku mau bilang improtant thing ke kamu loh “, kataku memulai percakapan. “ Mau bilang apa? Gadak pulsa jadi gk bisa balas smsku nanti? Udeh ah, malas “, jawab Sakina sembari melihat ke arah yang sama terus. “ Bukan ah! Itu mah kagak penting keles, gini kita kan udah dekat kali nih, aku sih pengen keluar dari friendzone yg ada, sebenarnya aku itu, sebenarnya aku .. “, tiba-tiba omongan ku terhenti karena guru BP yang tiba-tiba masuk kedalam kelas, karena kelas kami sangat ribut. Aku menghentikan kalimat ku tadi, berhubung guru BP yang datang menggantikan guru yang tidak masuk. Kampret, dalam hatiku, gagal aku mengucapkannya!. Aku menggerutu sendiri kepada diriku. Ah sial, sial, sial!!
JKT ! 48 !
Tiba-tiba lamunan ku tentang hal 4 tahun yang lalu buyar seketika, ketika lagu “ Hubungan Kau dan Aku “ sudah berhenti berputar. Lagu RIVER ternyata yang menghancurkan lamunan ku tentang hal yang sangat ingin dilupakan di 4 Tahun yang lalu. Aku melihat layar laptopku, ternyata sudah menunjukkan pukul 21.48 WIB. Aku sedikit heran kenapa ya, mesti berhenti di menit 48 ? ah hanya kebetulan saja pikirku. Aku berniat untuk tidur setelah lagu RIVER telah berhenti, namun belum sempat lagu ini sampai ke bagian Bridge, tiba-tiba Ibuku berteriak dari luar dan menggedor pintu “ Hey! Faiz! Cepat tidur udah malam matikan laptop! Besok kan mau testing masuk kuliah! “ , teriak ibuku dari luar kamar. “ Yoi! “ jawabku sembari mematikan laptopku.

KEESOKAN HARINYA …

Aku terbangun dari mimpi indahku, ya kenapa dibilang indah? Karena aku bermimpi pergi ke Theater JKT48. Tempat yang sangat sakrah bagi para Fans. Jujur saja aku belum pernah ke Theater, yang dipermasalahkan adalah jarak dan biaya. Aku baru sadar ternyata jam sudah menunjukkan pukul 09.35 WIB. Ah telat! Aku seharusnya pergi dari rumah jam 08.00 WIB!! Aku lansung saja cuci muka dan sikat gigi. Berpakaian yang rapi dan tancap gas ke Universitas yang akan ku masuki. Selama diperjalanan aku mendengarkan lagu – lagu JKT48. Namun ketika lagu “ Kimi Ni Au Tabi Koi Wo Suru “ yang artinya “ Jatuh Cinta Setiap Bertemu Denganmu “. Ketika mendengar lagu ini, entah kenapa, atmosfer ketika kita sedang jatuh cinta kembali muncul aku rasakan kembali. Aku sempat berfikir, apakah aku akan jatuh cinta lagi? Ah sudahlah, aku mencoba untuk tidak memikirkan itu, aku langsung saja menancapkan gas ke arah Universitas dengan sepeda motor tercinta ku ini. Sesampainya si Universitas, aku tidak melihat sekumpulan orang untuk testing, aku telusuri beberapa lorong dan akhirnya aku menanyakan kepada mahasiswa yang ada disekitar situ. “ Eh mas, permisi, mau nanya, kalau tempat testing buat jurusan teknik komputer, dimana ya? “, tanyaku dengan sopan. “ Oh disana mas, lurus aja nanti ada simpang empat, lewati sampai simpang empat yang ke empat dari sini baru belok kiri, lurus aja nanti ada bangunan dengan warna biru, itulah dia mas “, jawab mahasiswa yang di tanyai tadi. “ Oh iya terima kasih banyak mas! “, sambungku. Aku langsung kesana ngebut entah kenapa aku merasa sangat deg-degan kali ini. Aku rasa ini hanya perasaan gugup karena akan ikut testing. Aku parkirkan sepeda motorku, dan bergegas masuk. Sesampainya didalam ada sekumpulan orang yang sedang menjalani tes, aku langsung mencari tempat duduk dan diberikan kertas soal. Aku mencoba menjawabnya dengan segala hal yang sudah kupelajari. Akhirnya aku siap mengerjakannya sebelum waktu yang ditentukan habis. Ketika aku akan keluar ruangan, aku melihat seseorang yang tidak asing bagiku. Ya, aku melihat Sakina kembali. Aku teringat kembali pada kejadian 4 Tahun yang lalu. Rasa Cinta ku yang sudah hilang, kembali timbul. Aku pikir aku jatuh cinta setiap bertemu denganmu. Seketia lagu “ Kimi Ni Au Tabi Koi Wo Suru “ yang kudengarkan tadi kembali teringat. Apalagi ketika lirik yang pas sekali dengan suasana hati ku. Dua kali jatuh cinta di lubuk hatiku yang dalam, waktu tertidur pun membuka mata AH, ketika engkau tersenyum hatiku menjadi sakit, ku tak mampu berkata. Sekali lagi, aku kembali melihat dia tersenyum, paras nan indah, cara bicara nan elok, ku tak mampu berkata. Tiba-tiba, sakina, orang yang sedang ku lamunin datang menghampiri ku. “ Eh kamu Faiz kan? “ kata Sakina memulai pembicaraan. “ I.. iya , kamu Sakina kan ? “, jawabku sembari memastikan bahwa dia memang Sakina ku yang dulu. “ Wah iya iya, faiz kan iyaiya wah udah lama banget ya kita tidak bertemu 4 tahun yang lalu dan ternyata kita memasukin Universitas dan jurusan yang sama ya beruntung banget! “, sambung Sakina. “ Ohiya bagaimana kita nongkorong bentar yuk di cafe dekat sini yuk? “, ajak Sakina untuk mengobrol. “ Ohyaudah bagus tuh, kamu naik apa? Aku bawa kereta, mau dibonceng? “, ujarku sambil menawarkan tumpangan. “ Boleh, boleh, soalnya aku tadi diantar “, jawab Sakina. Aku pun langsung menghidupkan Sepeda motor ku dan memboncengnya ke arah cafe yang ia minta. Selama diperjalanan aku hanya terdiam, karena aku sudah lama tidak pergi berdua dengan Sakina, apalagi memboncengnya. Sesampainya di cafe, Kami langsung mengambil tempat, kami langsung memesan makanan. Selagi menunggu pesanan, kami bercerita banyak hal, masa-masa indah ketika SMP. Hingga pembicaraan kami menyenggol masalah perpisahan saat itu. “ Ohiya, kamu hari itu pas perpisahan, kenapa sms aku enggak kamu balas “, kata Sakina. “ Ohiya itu dia yang ingin aku tanya, waktu itu aku sedang baca sms kamu, namun belum terbaca semua, aku malah diapnggil untuk acara pemberian piala, eh tau-tau pas balik, hapeku di reboot sama teman ku, semua data hilang termasuk sms kamu, karena dia nyobak untuk membuka password yang kukunci namun gagal.”, ujarku secara detail. “ Oh, pantas, aku kira kamu enggak ada pulsa, nih lihat di draft message, ada kusimpan tuh “, sambung Sakina. Aku pun langsung membuka draft dan mencari pesan yang dimaksud dengan Sakina. Ternyata akhirnya aku tahu, sambungan sms nya saat itu yang berbunyi “ Siang Iz, gimana acara perpisahannya seru? Aku gk bisa datang nih, tp nanti kalau ada yang nanyain aku atau wali kelas kita, tolong sampaikan aku sedang di luar kota, karena aku akan bersekolah di luar kota, ohiya selamat yah buat acara pemberian piala terhadap siswa yang berprestasi, pasti kamu maju deh, karena prestasi kamu yang memenangkan lomba Pidato Bahasa Inggris, oh iya , ada yang ingin aku bilang ke kamu, sebenarnya aku itu gak tahan dengan kita yang gini gini terus, aku harus ngucapkannya karena jika nunggu kamu, mungkin bakalan lama, dan bisa saja itu tidak mungkin, aku itu sayang sama kamu, aku ingin kamulah yang menjadi pacarku, namun aku juga sayang sama si Akbar, dan dengan sangat menyesal, Akbar sudah deluan menyatakan cintanya, aku langsung saja menerimanya, karena jika aku menunggu kamu bakalan lama, maaf ya, semoga aku bisa bertemu lagi denganmu, dan aku harap kamu menyatakan rasa mu terhadap ku ya faiz, ohiya aku hampir mengirim sms tentang rasa sayangku kepadamu, tapi ada aku simpan di draft supaya bisa jadi kenangan buat aku sendiri. Terima kasih ya untuk 3 tahun ini, Dont forget a little thing about me, my friend :’) “, isi sms yang belum lengkap aku baca pada 4 tahun yang lalu. Ketika aku sudah selesai membacanya, aku menatap Sakina sebentar dan langsung mencari draft yang ia maksud. Aku scroll kebawah, dan BINGO! Aku menemukannya, aku langsung membuka draftnya dengan hati yang semrawut tak karuan yang kacau balau bagaikan di terpa angin. Ketika ku membukanya aku melihat isi seperti ini “ Hey faiz, do you know that i love you? , i love you so much, listen please, i’ll never let you go “, begitulah isi draftnya. Lagi, entah kenapa draft ini mirip dengan pembukaan lagu “ Hubungan Kau dan Aku “ yang mana berbunyi “ Hey My boy… do you know that i love you?, i love you so much, listen please, i’ll never let you go “, kenapa ini semua terjadi? Ini sangat aneh, ini seperti sudah di rencanakan. Aku merasa aneh, akan hal ini, aku langsung saja mengungkapkan rasaku kepadanya, tanpa pamrih “ Kamu tahu? Aku lebih sayang sama kamu, tapi setelah melihat sms tadi, aku jadi makin sayang sama kamu, maukah kamu menjadi kekasihku ? “, aku secara terang-terangan menyampaikannya untuk apa menutupinya? Dia bahkan sudah menyatakannya. “ Aduh, gimana ya, aku masih sayang sama kamu, tapi aku masih jalan dengan Akbar, maaf ya faiz, mungkin kita memang sudah ditakdirkan menjadi teman “, ujar Sakina dengan nada tersenduh. Ah, itu lagi, aku sudah meramalkannya, pasti begini. Tiba-tiba, Sakina pergi keluar, ternyata pacarnya sudah menjemputnya. Dia meminta maaf, padaku, akan hal ini. Aku langsugn membayar pesanan kami tadi, dan langsung pulang ke tempat dimana aku bisa merenungkan ini semua, rumah. Sesampainya dirumah, kamar adalah tujuan. Aku merenungkan hal ini, senang dipertemukan, tp untuk apa dipertemukan dengan orang yang kita sayangi malah tidak menyayangi kita?. Ibarat kata, “ Tersesat, namun ada setitik cahay yang menuntun kita untuk jalan keluar, namun cahaya itu malah menuntun kita ke arah jurang yg dalam “. Begitulah yang saat ini aku rasakan. Aku hidupkan laptop ku, dan langsung ku putar lagu “ Hubungan Kau dan Aku “. Sekarang aku baru sadar, ketika aku akan menyampaikan rasa sayangku kepadanya yang sedang senyum-senyum melihat teman-temanku, bermain dan melawak, aku baru menyadari jika Akbar sedang bertatapan dengan Sakina. Sekali lagi, hal yang ku alami tertulis dengan pasti di dalam lagu “ Hubungan Kau dan Aku “. Apalagi tepat di bagian Aku yang berada di depanmu, namun tak kau sadari, jatuh cinta kepada dirimu, yang sedang jatuh cinta. Aku menutup hari ini dengan merengungkan hal yang telah terjadi, ini akan jadi pelajaran buatku, namun, aku akan fokus ke kuliah ku walau satu jurusan dengannya. Dan aku akan melanjutkan hobiku yang baru dan memberi ku semangat selama ini, IDOLING. Mungkin Sakina bukan untukku, tapi Nabilah, akan selalu disisiku walau pun itu tak mungkin.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © AKBARSHAHAB'S TERRITORY - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -